Komisi Pemilihan Umum ( KPU) kembali jadi sasaran hacker. Pelaksana kejahatan siber dengan nama anonim" Jimbo" mengklaim sudah meretas web kpu. go. id serta memperoleh informasi daftar pemilih tetap ( DPT) dari web tersebut.
Ratusan Juta Database Pemilih Bocor serta Dijual di Dark Web, Hacker Sukses Bobol, Website KPUWeb resmi Komisi Pemilihan Umum( KPU) dikabarkan dibobol oleh hacker. Akibatnya kurang lebih 250 informasi pemilih tetap( DPT) bocor serta dijual ke dark website. Sebelumnya pada tahun 2022, peretas Bjorka jua mengklaim memperoleh 105 juta informasi pemilih dari web KPU.
Kali ini Jimbo memberikan 500 ribu informasi ilustrasi yang sukses ia miliki pada salah satu posting- annya di web BreachForums yang biasa dipergunakan guna menjual hasil peretasan, dan sebagian tangkapan layar dari web kpu buat memverifikasi kebenaran informasi yang didapatkan tersebut.
Ratusan Juta Database Pemilih Bocor serta Dijual di Dark Web, Hacker Sukses Bobol Website KPU, Jimbo pula menyatakan dalam posting- an di forum tersebut kalau informasi 252 juta yang berhasil ia miliki ada sebagian informasi yang terduplikasi.
Berita tersebut di informasikan oleh ahli sekaligus konsultan keamanan siber Indonesia Teguh Aprianto lewat akun Twitter- nya. Dalam unggahannya, Teguh berkata informasi pribadi calon pemilih sudah bocor.
" Belum pula pemilu serta ketahui hasilnya gimana tetapi informasi individu kita seluruh yang terkini malah udah bocor duluan," tulis Teguh dengan mengunggah fakta kalau web KPU sudah di- hack.
Dalam foto yang dibagikan Teguh, nampak hacker bernama Jimbo mencuri sejumlah 252. 327. 304 data penduduk Indonesia yang diambil dari web KPU. Hacker Jimbo tersebut menjual dengan harga US$ 74 ribu ataupun kurang lebih Rp 1, 2 miliyar.
Disisi lain bagi Ahli Keamanan Siber Pratama Persadha, sesudah Jimbo melaksanakan penyaringan, ada 204. 807. 203 informasi unik di mana jumlah ini nyaris sama dengan jumlah pemilih dalam DPT Tetap KPU yang berjumlah 204. 807. 222 pemilih dari 514 kab/ kota di Indonesia dan 128 negara perwakilan.
" Di dalam informasi yang didapatkan oleh Jimbo tersebut mempunyai sebagian informasi individu yang lumayan berarti, antara lain NIK, Nomor. KK, no ktp( berisi no paspor buat pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status perkawinan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan serta kabupaten dan kodefikasi TPS. kata Chairman Lembaga Penelitian Keamanan Siber CISSReC tersebut.
Tidak hanya itu, dalam penjelasan Jimbo pula dipaparkan informasi yang diambil tercantum informasi pemilih yang terletak di luar negeri. Sehingga data- data di KJRI, KBRI, KRI serta tercantum dalam informasi yang dicuri.
Data KPU Dijual Rp 1, 2 miliar, Jimbo menawarkan informasi yang sukses ia punyai dengan harga US$74. 000 atau setara Rp 1, 2 miliyar.
Pada tangkapan layar yang lain yang dibagikan Jimbo, nampak suatu halaman web KPU yang mungkin berasal dari halaman dashboard pengguna. Di mana dengan adanya tangkapan layar tersebut, sehingga bisa jadi besar Jimbo sukses memperoleh akses login dengan role Admin KPU dari domain sidalih. kpu. go. id memakai metode phishing.
" Dapat jua lewat social engineering ataupun malware, di mana dengan mempunyai akses dari salah satu pengguna tersebut, Jimbo mengunduh informasi pemilih dan sebagian informasi yang lain. CISSREC jua lebih dahulu telah membagikan alert kepada Pimpinan KPU tentang vulnerability di sistem KPU.
Ratusan Juta Database Pemilih Bocor serta Dijual di Dark Web, Hacker Sukses Bobol Website KPU, Dia memperkirakan, bila peretas Jimbo betul- betul sukses memperoleh kredensial dengan role Admin, tentang ini pasti saja dapat sangat beresiko pada pesta demokrasi pemilu yang hendak segera dilangsungkan sebab mampu saja akun dengan role admin tersebut bisa dipergunakan buat mengganti hasil rekapitulasi penghitungan suara yang pastinya bakal mencederai acara demokrasi, terlebih lagi mampu memunculkan kericuhan pada skala nasional.
KPU Wajib Lakukan Digital Forensik, Guna membenarkan titik serangan yang dimanfaatkan oleh peretas guna memperoleh data pemilih yang diklaim berasal dari web KPU tersebut, masih butuh dilakukan audit dan juga forensik dari sistem keamanan dan server KPU.
Hingga disaat ini belum terdapat tanggapan resmi dari KPU terpaut berit Ratusan Juta Database Pemilih Bocor serta Dijual di Dark Web, Hacker Sukses Bobol Website KPU di forum breachforums tersebut.
" Sembari melangsungkan investigasi, terdapat baiknya tim IT KPU melaksanakan pergantian username serta password dari segala akun yang mempunyai akses ke sistem KPU tersebut sehingga dapat menghindari user yang semula berhasil didapatkan oleh peretas agar tidak sanggup dipergunakan kembali,"
Dapatkan informasi Update Berita Lainnya Di Aplikasi Indonesia Breaking News :





